<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suhendrawan.com &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.suhendrawan.com/category/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.suhendrawan.com</link>
	<description>Berisi tentang kehidupan dunia maya dan dunia nyata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Dec 2010 14:53:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Orang Yang Anda Undang Enggan Datang ?</title>
		<link>http://www.suhendrawan.com/mengapa-orang-yang-anda-undang-enggan-datang.html</link>
		<comments>http://www.suhendrawan.com/mengapa-orang-yang-anda-undang-enggan-datang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 16:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulsindo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suhendrawan.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Aril yang baru saja bergabung dengan salah satu bisnis jaringan, dan dengan penuh semangat mengundang teman-teman dan kerabatnya untuk menghadiri presentasi atau seminar yang akan berlangsung di sebuah cafe. Sebagian temannya memberikan respon yang positif dan berjanji akan datang pada saat presentasi itu berlangsung. Dengan semangat pula Aril bercerita pada sponsornya bahwa akan ada 10 [...]
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril yang baru saja bergabung dengan salah satu bisnis jaringan, dan dengan penuh semangat mengundang teman-teman dan kerabatnya untuk menghadiri presentasi atau seminar yang akan berlangsung di sebuah cafe. Sebagian temannya memberikan respon yang positif dan berjanji akan datang pada saat presentasi itu berlangsung. Dengan semangat pula Aril bercerita pada sponsornya bahwa akan ada 10 orang yang akan bersedia datang memenuhi undangannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Tiba pada hari seminar akan diadakan, </span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> tidak lupa untuk melakukan konfirmasi ulang pada pagi harinya terhadap teman dan kerabatnya tersebut, dan semuanya menyatakan akan hadir.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada sore hari, Aril bersiap untuk berangkat ke Cafe, setelah mandi dan keluar dari pintu rumahnya, tiba-tiba HP-nya berdering, dari seberang sana terdengar suara temannya berkata, ”Ril, sorry berat, kayaknya tadi siang gua salah makan, jadi sekarang perut gua sakit, nanti kita atur lagi”. Terus <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> menjawab, “tidak apa-apa, minggu depan masih ada kesempatan”. Setelah itu </span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> berangkat ke </span>Cafe<span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">. Selama dalam perjalanan HP </span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> berdering sebanyak 4 kali. Ia menerima berita dari 4 temannya yang menyatakan tidak dapat hadir dan semuanya memberikan alasan sakit perut.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampai di Cafe, sponsornya menanyakan berapa yang akan hadir, dengan mantap <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> menjawab, ada 5 orang yang akan hadir.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"><span id="more-137"></span>Presentasi akan berlangsung 10 menit lagi, 5 orang yang ditunggu-tunggu tidak ada yang nongol, </span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> sudah berusaha untuk menghubungi HP mereka tapi tidak berhasil, ada yang masuk ke mail box, ada juga yang tidak diangkat. Detik-detik terakhir, muncul satu temannya yang bersedia memenuhi undangan Aril.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, 2 orang menghubungi <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> untuk minta maaf karena tidak bisa datang karena sakit perut juga dan HP-nya kebetulan lagi low batt. Sedangkan 2 orang lagi tidak ada kabar beritanya. </span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> mencoba untuk mengundang kembali 9 orang ini untuk dapat hadir pada kesempatan minggu berikutnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Coba tebak, berapa yang akan nongol pada minggu berikutnya? Akan ada berjuta alasan lagi yang akan disampaikan kepada <span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Aril</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"> untuk tidak memenuhi undangannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ada apa yang salah?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini sering terjadi pada seorang pemula yang masuk ke dalam bisnis jaringan, tetapi tidak membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang teknik mengundang yang benar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memangnya ada teknik mengundang yang benar?</strong> Tentu saja!!! Banyak orang beranggapan bahwa mengundang calon mitra bisnis sama mudahnya mengundang orang untuk nonton film, sehingga mereka terjebak dan selalu mengikuti pola yang salah, dan pada akhirnya mereka mengatakan bahwa bisnis jaringan merupakan bisnis yang susah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membahas bagaimana cara mengundang dengan benar, sebaiknya didefinisikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan mengundang calon mitra bisnis. <strong>Mengundang</strong> dapat diartikan sebagai <strong>suatu proses untuk menyiapkan seseorang untuk bertemu secara fisik dan mental dengan kita sehingga siap untuk mendengarkan informasi yang akan diberikan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kasus kita dapat menghadirkan seseorang secara fisik, tetapi secara mental yang bersangkutan menutup telinga untuk menerima informasi yang diberikan. Ini sama saja dengan kita tidak berhasil mengundang orang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa penting untuk belajar mengundang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bisnis network-marketing sudah berkembang lebih dari 15 tahunan di Indonesia, dan selama pertumbuhannya sudah banyak energi negative yang beredar sehingga banyak orang yang alergi mendengar bisnis network-marketing dan MLM.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, banyak juga penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab berkedok usaha MLM. Disamping itu juga banyak pelaku dari MLM yang melakukan praktek yang tidak terpuji sehingga yang diundang merasa tertipu setelah menghadiri acara yang diselenggarakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana proses mengundang yang benar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Sebelum melakukan proses mengundang, langkah penting yang harus dilakukan adalah membuat prospect list (daftar nama) terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan untuk memudahkan proses mengundang, tulis pada daftar tersebut, mengapa orang tersebut anda undang, tulis nomor telp.nya, hasil pembicaraannya, kapan follow up terakhir dan sebagainya sehingga akan mempermudah pekerjaan anda selanjutnya. Disarankan anda memiliki minimal 200 nama pada daftar tersebut.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pemula adalah melakukan presentasi awal pada saat mengundang. Ingat!!!, mengundang sama sekali bukan presentasi. Anda mungkin dengan penuh semangat mengatakan bahwa saya sudah menemukan bisnis yang luar biasa dengan system bekerja seperti ini, produknya yang bagus, company yang solid bla bla bla bla. Tapi apa reaksi dari orang yang anda undang, dalam hatinya ia akan berkata, wah…., ini satu lagi dari Mayora. (artinya dia akan menarik kesimpulan apa bedanya dengan yang lain, orang yang sebelumnya juga mengatakan hal yang sama, tapi setelah saya hadir ternyata sama saja dengan yang lain).</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Mengundang yang paling benar adalah lakukanlah dengan singkat, jangan bercerita tentang system, tentang produk, tentang passive income. Tetapi yang paling penting adalah menarik minatnya untuk mendengarkan kita.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Jadi kalau tidak boleh cerita tentang system, produk dan income, apa yang harus diceritakan lagi? Ceritakanlah tentang kegembiraan anda. Bisnis ini akan berjalan dengan baik apabila dibuat sederhana, maksudnya ceritalah kepada teman anda seperti pada saat anda berhasil menurunkan berat badan anda sebesar 10 kg dalam waktu 1 minggu tanpa merasa cape, atau tentang muka anda yang sekarang ini bebas dari jerawat dengan menggunakan obat hanya selama 3 hari. Jadi katakanlah pada mereka bahwa anda telah menemukan suatu alternative lain untuk mencapai impian anda, tetapi tidak dapat diterangkan lewat telpon, jadi anda mau ketemu sama dia untuk berbagi kegembiraan ini.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Yang paling penting adalah kita harus memberikan alternative kepada pihak yang diundang, misalnya mau ketemu hari Senin atau Rabu, di Hotel atau di tempat lain. Usahakan kita yang control, jadi jangan tanya kapan dan di mana.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Konsistensi juga merupakan faktor penting dalam proses mengundang, lebih baik setiap hari mengundang 2 orang dari pada dalam satu hari mengundang 20 orang, tetapi 3 bulan lagi baru mengundang 20 orang lain lagi.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Bagaimana kalau yang diundang terus mendesak dan bertanya. Jawablah bahwa kita memerlukan beberapa angka-angka dan gambar untuk menerangkan, jadi kalau hanya lewat telpon bisa terjadi salah pengertian.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Perlu disadari bahwa banyak orang tidak mau pergi ke Hotel, karena dalam pikiran mereka presentasi di hotel sama dengan presentasi MLM. Padahal kalau kita tanyakan lagi apa itu MLM mereka tidak bisa menjelaskannya apalagi dengan bisnis jaringan. Oleh karena itu jangan memaksakan harus ketemu di hotel, berikan alternatif untuk bertemu di tempat lain yang lebih netral.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Yang perlu dihindari pada saat melakukan presentasi adalah tempat-tempat yang terlalu ramai sehingga akan mengganggu konsentrasi. Dan juga sebaiknya tidak melakukan presentasi di ruang kerja orang yang diundang, karena biasanya konsentrasinya akan pecah pada saat ia harus menerima telpon yang masuk.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">T</span><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN">ips yang terakhir adalah, bersikaplah santai sebelum anda mengangkat telepon, jangan takut ditolak, kaena setiap penolakan bukan ditujukan kepada anda pribadi tetapi mereka belum siap untuk mendengarkan. Mungkin dalam enam bulan lagi mereka akan siap untuk mendengarkan. Teruslah mengundang, belajar dari setiap penolakan yang terjadi, lama-lama anda akan semakin mahir. Tidak ada bayi dilahirkan langsung bisa berlari sebelum mereka belajar duduk, merangkak dan berjalan. Janganlah anda berhenti.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; color: black;" lang="IN"><br />
</span></p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.suhendrawan.com/mengapa-orang-yang-anda-undang-enggan-datang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Dari Sebuah Kesuksesan</title>
		<link>http://www.suhendrawan.com/nilai-dari-sebuah-kesuksesan.html</link>
		<comments>http://www.suhendrawan.com/nilai-dari-sebuah-kesuksesan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 15:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suhendrawan.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis. &#8220;Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?&#8221; Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. &#8220;Hayoo, siapa yang mau uang ini?&#8221; Semua anak berebutan mengacungkan tangannya. Uang senilai itu bagi mereka sangat besar. [...]
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di sebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis. &#8220;Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?&#8221; Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. &#8220;Hayoo, siapa yang mau uang ini?&#8221; Semua anak berebutan mengacungkan tangannya. Uang senilai itu bagi mereka sangat besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, sang guru melipat-lipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, ”Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Walaupun merasa heran dengan kelakuan gurunya, murid-murid tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak ”Saya… saya&#8230; saya&#8230;.” Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-95"></span>Melihat antusiasme muridnya, sang guru kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan dan kotor. Mendapati gurunya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian murid melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang guru menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Guru pun kembali bertanya, ”Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal, dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu guru, masih banyak murid yang antusias mendapatkan uang tersebut. ”Aku, Guru… aku&#8230;.” ”Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal dan bau?”</p>
<p style="text-align: justify;">”Jelek itu kan hanya bentuknya saja, Guru. Tetapi saja uang itu nilainya seratus ribu,” jawab murid-murid yang tetap antusias meminta gurunya memberikan uang itu. Sang guru pun kemudian berujar, ”Kalian benar. Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya. Nah, jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan. Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak. Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri, dengan keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti kalian dapatkan.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembaca yang budiman</strong>,<br />
Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak saya, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, seberat apa pun perjuangan yang kita lakukan, seganas apa pun padang gurun yang kita harus lewati, setinggi apa pun gunung yang akan kita daki, seluas apa pun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat ”<span style="text-decoration: underline;"><strong>Success is my right!</strong></span>”. Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri Anda. Perjuangkan!!!</p>
<p><em><span style="font-size: xx-small;">Dikutip dari artikel tulisan Bpk. Andri Wongso (Motivator No.01 Indonesia)</span></em></p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.suhendrawan.com/nilai-dari-sebuah-kesuksesan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
